Shopify

berita

1. Definisi dan Perhitungan Hasil Panen

Yield mengacu pada rasio jumlah produk berkualitas terhadap jumlah total produk yang dihasilkan selama proses produksi, biasanya dinyatakan dalam persentase. Ini mencerminkan efisiensi dan tingkat pengendalian mutu proses produksi, yang secara langsung memengaruhi biaya produksi dan profitabilitas perusahaan. Rumus untuk menghitung yield relatif sederhana, biasanya dihitung dengan membagi jumlah produk berkualitas dengan jumlah total produk yang dihasilkan, kemudian dikalikan 100%. Misalnya, dalam siklus produksi tertentu, jika total 1.000 produk dihasilkan, di mana 900 di antaranya berkualitas, maka yield-nya adalah 90%. Yield yang tinggi berarti tingkat produk cacat yang rendah, menunjukkan efektivitas perusahaan dalam pemanfaatan sumber daya dan manajemen produksi. Sebaliknya, yield yang rendah biasanya menyebabkan pemborosan sumber daya, peningkatan biaya produksi, dan penurunan daya saing pasar. Saat merumuskan rencana produksi, yield, sebagai salah satu indikator kunci, membantu manajemen mengevaluasi kinerja lini produksi dan memberikan dasar untuk perbaikan proses selanjutnya.

2. Dampak Spesifik dariProses Penggambaran Serat KacaOptimasi Parameter pada Hasil

2.1 Suhu Pengambilan Gambar

Selama proses penarikan, suhu kaca cair perlu dikontrol dengan tepat. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan memengaruhi pembentukan dan kualitas serat kaca. Suhu yang terlalu tinggi mengurangi viskositas kaca cair, sehingga serat lebih mudah patah; suhu yang terlalu rendah mengakibatkan fluiditas kaca cair yang buruk, sehingga penarikan menjadi sulit, dan struktur internal serat mungkin tidak merata, yang memengaruhi hasil produksi.

Langkah-langkah Optimalisasi: Gunakan teknologi pemanasan canggih, seperti pemanasan resistansi, pemanasan induksi, atau pemanasan pembakaran, untuk mencapai efisiensi energi dan keseragaman suhu yang lebih tinggi. Secara bersamaan, perkuat pemantauan dan pemeliharaan sistem kontrol suhu untuk memastikan stabilitas suhu.

2.2 Kecepatan Menggambar​​

Kecepatan penarikan yang stabil pada dasarnya berarti output yang stabil. Fluktuasi kecepatan apa pun akan menyebabkan perubahan padaserat kacadiameter, sehingga memengaruhi kinerja dan mengurangi hasil produksi. Jika kecepatan terlalu tinggi, akan menghasilkan serat yang lebih halus dan pendinginan yang tidak memadai, sehingga menghasilkan kekuatan rendah dan tingkat kerusakan yang tinggi; jika kecepatan terlalu rendah, akan menghasilkan serat yang lebih kasar, yang tidak hanya mengurangi efisiensi produksi tetapi juga dapat menyebabkan masalah pada langkah pemrosesan selanjutnya.

Langkah-langkah Optimalisasi: Otomatisasi mesin penarik, seperti mesin penarik dengan penggantian rol otomatis, dapat meminimalkan kehilangan waktu yang disebabkan oleh penggantian rol, menstabilkan kecepatan penarik, dan dengan demikian meningkatkan hasil produksi. Kontrol yang tepat terhadap kecepatan penarik juga dapat memastikan kekuatan serat dan efisiensi produksi yang tinggi.

2.3 Parameter Spinneret

Jumlah lubang, diameter lubang, distribusi diameter lubang, dan suhu spinneret. Misalnya, jika jumlah lubang terlalu tinggi atau terlalu rendah, akan menyebabkan aliran lelehan kaca yang tidak merata, dan diameter serat mungkin tidak konsisten. Jika suhu spinneret tidak merata, laju pendinginan lelehan kaca selama proses penarikan akan tidak konsisten, sehingga memengaruhi pembentukan dan kinerja serat. Langkah-langkah optimasi: Dengan mendesain struktur spinneret yang sesuai, menggunakan tungku platinum eksentrik, atau memvariasikan diameter nosel secara bertahap, fluktuasi diameter serat dapat dikurangi, hasil dapat ditingkatkan, dan dengan demikian operasi penarikan serat yang stabil dapat dicapai.

2.4 Agen Pelumasan & Pengukuran

Kualitas minyak dan bahan perekat – dan seberapa merata penggunaannya – sangat berpengaruh terhadap kemudahan pemrosesan serat dan hasil akhir yang diperoleh. Jika minyak tidak dioleskan secara merata atau bahan perekatnya tidak berkualitas, serat mungkin akan saling menempel atau putus selama proses selanjutnya.

Langkah-langkah optimasi: Pilih formula oli dan perekat yang tepat, dan sesuaikan cara pengaplikasiannya agar semuanya terlapisi dengan halus dan merata. Selain itu, jaga agar sistem pelumasan dan perekat Anda selalu dalam kondisi terawat sehingga tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Dampak Optimalisasi Parameter Proses Penarikan Serat Kaca terhadap Hasil Produksi


Waktu posting: 14 November 2025