1. Pencetakan dengan Metode Hand Lay-up
Pencetakan dengan metode hand lay-up adalah metode paling tradisional untuk membentuk flensa plastik yang diperkuat serat kaca (FRP). Teknik ini melibatkan penempatan resin yang diresapi secara manual.kain fiberglassatau alas ke dalam cetakan dan membiarkannya mengering. Proses spesifiknya adalah sebagai berikut: Pertama, lapisan pelapis dalam yang kaya resin dibuat menggunakan resin dan kain fiberglass. Setelah lapisan pelapis mengering, lapisan tersebut dikeluarkan dari cetakan, dan lapisan struktural dibangun. Resin kemudian dioleskan ke permukaan cetakan dan lapisan pelapis dalam. Lapisan kain fiberglass yang telah dipotong sebelumnya diletakkan sesuai dengan rencana penumpukan yang telah ditentukan, dengan setiap lapisan dipadatkan menggunakan rol untuk memastikan impregnasi menyeluruh. Setelah ketebalan yang diinginkan tercapai, susunan tersebut dikeringkan dan dikeluarkan dari cetakan.
Resin matriks untuk pencetakan hand lay-up biasanya menggunakan epoksi atau poliester tak jenuh, sedangkan bahan penguatnya adalah alkali sedang ataukain fiberglass bebas alkali.
Keunggulan: Persyaratan peralatan rendah, kemampuan untuk memproduksi flensa non-standar, dan tidak ada batasan pada geometri flensa.
Kekurangan: Gelembung udara yang terbentuk selama pengerasan resin dapat menyebabkan porositas, mengurangi kekuatan mekanik; efisiensi produksi rendah; dan hasil akhir permukaan yang tidak rata dan kasar.
2. Pencetakan Kompresi
Pencetakan kompresi melibatkan penempatan sejumlah bahan cetakan yang telah diukur ke dalam cetakan flensa dan pengerasannya di bawah tekanan menggunakan mesin pres. Bahan cetakan bervariasi dan dapat mencakup senyawa serat pendek yang telah dicampur atau diresapi sebelumnya, sisa kain fiberglass daur ulang, cincin/strip kain fiberglass multi-lapisan yang diresapi resin, lembaran SMC (sheet molding compound) yang ditumpuk, atau preform kain fiberglass yang telah ditenun sebelumnya. Dalam metode ini, cakram flensa dan leher dicetak secara bersamaan, meningkatkan kekuatan sambungan dan integritas struktural secara keseluruhan.
Keunggulan: Akurasi dimensi tinggi, kemampuan pengulangan, kesesuaian untuk produksi massal otomatis, kemampuan untuk membentuk flensa leher tirus yang kompleks dalam satu langkah, dan permukaan yang halus secara estetika tanpa memerlukan pemrosesan lanjutan.
Kekurangan: Biaya cetakan yang tinggi dan keterbatasan ukuran flensa karena kendala pada alas mesin pres.
3. Pencetakan Transfer Resin (RTM)
RTM melibatkan penempatan penguat fiberglass ke dalam cetakan tertutup, penyuntikan resin untuk meresapi serat, dan pengeringan. Proses ini meliputi:
- Memposisikan preform fiberglass yang sesuai dengan geometri flensa di dalam rongga cetakan.
- Menyuntikkan resin dengan viskositas rendah di bawah suhu dan tekanan terkontrol untuk menjenuhkan preform dan menggantikan udara.
- Pemanasan untuk pengeringan dan pelepasan flensa jadi dari cetakan.
Resin biasanya berupa poliester atau epoksi tak jenuh, sedangkan penguatnya meliputitikar kontinu fiberglassatau kain tenun. Bahan pengisi seperti kalsium karbonat, mika, atau aluminium hidroksida dapat ditambahkan untuk meningkatkan sifat atau mengurangi biaya.
Keunggulan: Permukaan halus, produktivitas tinggi, pengoperasian cetakan tertutup (meminimalkan emisi dan risiko kesehatan), penyelarasan serat terarah untuk kekuatan yang optimal, investasi modal rendah, dan pengurangan konsumsi material/energi.
4. Pencetakan Transfer Resin dengan Bantuan Vakum (VARTM)
VARTM memodifikasi RTM dengan menyuntikkan resin di bawah vakum. Proses ini melibatkan penyegelan preform fiberglass pada cetakan jantan dengan kantung vakum, mengeluarkan udara dari rongga cetakan, dan menarik resin ke dalam preform melalui tekanan vakum.
Dibandingkan dengan RTM, VARTM menghasilkan flensa dengan porositas lebih rendah, kandungan serat lebih tinggi, dan kekuatan mekanik yang lebih unggul.
5. Pencetakan transfer resin dengan bantuan airbag
Pencetakan RTM berbantuan airbag juga merupakan jenis teknologi pencetakan yang dikembangkan berdasarkan RTM. Proses pembuatan flensa dengan metode pencetakan ini adalah sebagai berikut: preform serat kaca berbentuk flensa ditempatkan di permukaan airbag, yang diisi dengan udara lalu mengembang ke luar dan terkurung dalam ruang cetakan katoda, dan preform flensa di antara cetakan katoda dan airbag dipadatkan dan dikeraskan.
Keuntungan: pengembangan kantung udara dapat membuat resin mengalir ke bagian preform yang belum terimpregnasi, memastikan preform terimpregnasi dengan baik oleh resin; kandungan resin dapat disesuaikan dengan tekanan kantung udara; tekanan yang diberikan oleh kantung udara diterapkan pada permukaan bagian dalam flensa, dan flensa setelah pengerasan memiliki porositas rendah dan sifat mekanik yang baik. Secara umum, setelah persiapanFRPDengan metode pencetakan di atas, permukaan luar flensa juga harus diproses sesuai dengan persyaratan penggunaan, yaitu dengan pembubutan dan pengeboran lubang di sekeliling lingkar flensa.
Waktu posting: 27 Mei 2025

