Pengaruh serat kaca terhadap ketahanan erosi beton daur ulang (yang terbuat dari agregat beton daur ulang) merupakan topik yang sangat menarik dalam ilmu material dan teknik sipil. Meskipun beton daur ulang menawarkan manfaat lingkungan dan daur ulang sumber daya, sifat mekanik dan daya tahannya (misalnya, ketahanan erosi) seringkali lebih rendah daripada beton konvensional. Serat kaca, sebagaibahan penguat, dapat meningkatkan kinerja beton daur ulang melalui mekanisme fisik dan kimia. Berikut analisis detailnya:
1. Sifat dan Fungsi dariSerat kaca
Serat kaca, suatu material anorganik non-logam, memiliki karakteristik sebagai berikut:
Kekuatan tarik tinggi: Mengkompensasi kapasitas tarik beton yang rendah.
Ketahanan terhadap korosi: Mampu menahan serangan bahan kimia (misalnya, ion klorida, sulfat).
Penguatan dan ketahanan terhadap retak**: Menutupi retakan mikro untuk menunda perambatan retakan dan mengurangi permeabilitas.
2. Kekurangan Daya Tahan Beton Daur Ulang
Agregat daur ulang dengan sisa pasta semen berpori pada permukaannya menghasilkan:
Zona transisi antarmuka (ITZ) yang lemah: Ikatan yang buruk antara agregat daur ulang dan pasta semen baru, menciptakan jalur permeabel.
Kedap air rendah: Zat pengikis (misalnya, Cl⁻, SO₄²⁻) mudah menembus, menyebabkan korosi baja atau kerusakan akibat ekspansi.
Ketahanan terhadap siklus beku-cair yang buruk: Ekspansi es di dalam pori-pori menyebabkan retak dan pengelupasan.
3. Mekanisme Fiberglass dalam Meningkatkan Ketahanan Erosi
(1) Efek Penghalang Fisik
Pencegahan keretakan: Serat yang tersebar merata menjembatani retakan mikro, menghalangi pertumbuhannya dan mengurangi jalur bagi agen erosi.
Kekompakan yang ditingkatkan: Serat mengisi pori-pori, menurunkan porositas dan memperlambat difusi zat berbahaya.
(2) Stabilitas Kimia
Serat kaca tahan alkali(misalnya, kaca AR): Serat yang diberi perlakuan permukaan tetap stabil dalam lingkungan alkali tinggi, sehingga terhindar dari degradasi.
Penguatan antarmuka: Ikatan serat-matriks yang kuat meminimalkan cacat pada ITZ, mengurangi risiko erosi lokal.
(3) Ketahanan terhadap Jenis Erosi Tertentu
Ketahanan terhadap ion klorida: Pengurangan pembentukan retakan memperlambat penetrasi Cl⁻, sehingga menunda korosi baja.
Ketahanan terhadap serangan sulfat: Pertumbuhan retakan yang ditekan mengurangi kerusakan akibat kristalisasi dan ekspansi sulfat.
Ketahanan terhadap pembekuan dan pencairan: Fleksibilitas serat menyerap tekanan dari pembentukan es, meminimalkan pengelupasan permukaan.
4. Faktor-faktor Utama yang Mempengaruhi
Dosis serat: Kisaran optimal adalah 0,5%–2% (berdasarkan volume); serat berlebih menyebabkan penggumpalan dan mengurangi kekompakan.
Panjang dan penyebaran serat: Serat yang lebih panjang (12–24 mm) meningkatkan ketahanan tetapi membutuhkan distribusi yang seragam.
Kualitas agregat daur ulang: Penyerapan air yang tinggi atau kandungan mortar sisa melemahkan ikatan serat-matriks.
5. Temuan Penelitian dan Kesimpulan Praktis
Efek positif: Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa penggunaan yang tepatserat kacaPenambahan ini secara signifikan meningkatkan kedap air, ketahanan terhadap klorida, dan ketahanan terhadap sulfat. Misalnya, 1% serat kaca dapat mengurangi koefisien difusi klorida sebesar 20%–30%.
Kinerja jangka panjang: Ketahanan serat dalam lingkungan basa memerlukan perhatian. Lapisan tahan basa atau serat hibrida (misalnya, dengan polipropilen) meningkatkan umur pakai.
Keterbatasan: Agregat daur ulang berkualitas rendah (misalnya, porositas tinggi, kotoran) dapat mengurangi manfaat serat.
6. Rekomendasi Aplikasi
Skenario yang sesuai: Lingkungan laut, tanah asin, atau struktur yang membutuhkan beton daur ulang dengan daya tahan tinggi.
Optimalisasi campuran: Uji dosis serat, rasio penggantian agregat daur ulang, dan sinergi dengan bahan tambahan (misalnya, silika fume).
Kontrol kualitas: Pastikan penyebaran serat seragam untuk menghindari penggumpalan selama pencampuran.
Ringkasan
Serat kaca meningkatkan ketahanan erosi beton daur ulang melalui penguatan fisik dan stabilisasi kimia. Efektivitasnya bergantung pada jenis serat, dosis, dan kualitas agregat daur ulang. Penelitian selanjutnya harus fokus pada daya tahan jangka panjang dan metode produksi yang hemat biaya untuk memfasilitasi aplikasi teknik skala besar.
Waktu posting: 28 Februari 2025
