1. Karakteristik Teknologi Pembakaran Oksigen Murni
Dalam kualitas elektronikproduksi serat kacaTeknologi pembakaran oksigen murni melibatkan penggunaan oksigen dengan kemurnian minimal 90% sebagai oksidator, yang dicampur secara proporsional dengan bahan bakar seperti gas alam atau gas minyak cair (LPG) untuk pembakaran. Penelitian tentang pembakaran oksigen murni dalam tungku tangki serat kaca menunjukkan bahwa untuk setiap peningkatan 1% konsentrasi oksigen dalam oksidator, suhu nyala api pembakaran gas alam meningkat sebesar 70°C, efisiensi perpindahan panas meningkat sebesar 12%, dan laju pembakaran dalam oksigen murni menjadi 10,7 kali lebih cepat daripada di udara. Dibandingkan dengan pembakaran udara tradisional, pembakaran oksigen murni menawarkan keunggulan seperti suhu nyala api yang lebih tinggi, perpindahan panas yang lebih cepat, efisiensi pembakaran yang lebih baik, dan emisi gas buang yang berkurang, menunjukkan penghematan energi dan kinerja lingkungan yang luar biasa. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi tetapi juga secara signifikan mengurangi konsumsi energi dan polusi lingkungan, menjadikannya pendorong penting bagi manufaktur hijau.
Dalam produksi praktis, gas alam dan oksigen dialirkan ke bengkel tungku tangki setelah memenuhi persyaratan proses tertentu. Setelah penyaringan dan pengaturan tekanan, gas-gas tersebut didistribusikan ke pembakar di kedua sisi tungku sesuai dengan kebutuhan proses pembakaran. Di dalam pembakar, gas-gas tersebut bercampur dan terbakar sepenuhnya. Laju aliran gas saling terkait dengan titik kontrol suhu di ruang api tungku. Ketika suhu berfluktuasi, katup kontrol aliran presisi secara otomatis menyesuaikan pasokan gas ke setiap pembakar sambil mengatur aliran oksigen secara proporsional untuk memastikan pembakaran sempurna. Untuk menjamin pasokan gas yang aman dan stabil serta integritas pembakaran, sistem harus mencakup komponen-komponen kunci seperti pengukur aliran, katup pengatur tekanan, katup penutup cepat, katup kontrol aliran presisi, dan pemancar parameter.
2. Peningkatan Efisiensi Pembakaran dan Pengurangan Konsumsi Energi
Pembakaran udara tradisional bergantung pada kandungan oksigen 21% dalam udara, sementara 78% nitrogen yang tersisa bereaksi dengan oksigen pada suhu tinggi, menghasilkan oksida nitrogen berbahaya (misalnya, NO dan NO₂) dan membuang panas. Sebaliknya, pembakaran oksigen murni meminimalkan kandungan nitrogen, secara drastis mengurangi volume gas buang, emisi partikulat, dan kehilangan panas dari knalpot. Konsentrasi oksigen yang lebih tinggi memungkinkan pembakaran bahan bakar yang lebih sempurna, menghasilkan nyala api yang lebih gelap (emisivitas lebih tinggi), penyebaran nyala api yang lebih cepat, suhu yang lebih tinggi, dan peningkatan perpindahan panas radiasi ke lelehan kaca. Akibatnya, pembakaran oksigen murni secara signifikan meningkatkan efisiensi bahan bakar, mempercepat laju peleburan kaca, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan menurunkan biaya energi.
3. Peningkatan Kualitas Produk
Dalam kualitas elektronikproduksi serat kacaPembakaran oksigen murni memberikan lingkungan suhu tinggi yang stabil dan seragam untuk proses peleburan dan pembentukan, meningkatkan kualitas dan konsistensi serat kaca. Volume gas buang yang berkurang menggeser titik panas ruang api tungku ke arah lubang pemasukan, mempercepat peleburan bahan baku. Panjang gelombang api yang dihasilkan oleh pembakaran oksigen murni lebih mendekati cahaya biru, menawarkan penetrasi yang lebih baik ke dalam kaca kelas elektronik. Hal ini menciptakan gradien suhu yang lebih kecil di sepanjang kedalaman tangki, meningkatkan laju peleburan, meningkatkan penjernihan dan homogenisasi lelehan kaca, dan pada akhirnya meningkatkan hasil produksi dan kualitas produk.
4. Pengurangan Emisi Polutan
Dengan mengganti udara yang kaya nitrogen dengan oksigen yang hampir murni, pembakaran oksigen murni mencapai pembakaran yang lebih sempurna, secara signifikan mengurangi emisi berbahaya seperti karbon monoksida (CO) dan nitrogen oksida (NOₓ). Selain itu, pengotor seperti sulfur dalam bahan bakar cenderung kurang bereaksi dengan nitrogen di lingkungan yang kaya oksigen, sehingga semakin mengurangi pembentukan polutan. Teknologi ini mengurangi emisi partikulat sekitar 80% dan emisi sulfur dioksida (SO₂) sekitar 30%. Mendorong pembakaran oksigen murni tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca tetapi juga menurunkan risiko hujan asam dan kabut asap fotokimia, yang menggarisbawahi peran pentingnya dalam perlindungan lingkungan.
Dengan mengintegrasikan teknologi pembakaran oksigen murni, produk kelas elektronik iniindustri serat kacaMencapai penghematan energi yang substansial, kualitas produk yang lebih tinggi, dan dampak lingkungan yang lebih rendah, sejalan dengan tujuan keberlanjutan global.
Waktu posting: 13 Mei 2025
